Sejarah Singkat Muhammadiyah dan Perkembangannya di Indonesia

oleh -1668 Dilihat
foto: tangkapan layar YouTube.com

MEMORANDUM – Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yang mana mencakup bidang pendidikan, dakwah, dan juga sosial.

Organisasi ini didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta.

Muhammadiyah lahir dari keinginan untuk meluruskan pemahaman Islam agar lebih sesuai dengan dengan perkembangan zaman dan tentunya tidak meninggalkan nilai-nilai syariat.

Pada saat itu Muhammadiyah lahir dengan tujuan untuk menghapus praktik keagamaan yang dianggap melenceng dari ajaran Islam yang murni, dan juga untuk mengembangkan sisten pendidikan yang modern bagi umat Islam.

Awal Berdirinya Muhammadiyah

Muhammadiyah bukanlah sebuah organisasi pada dulunya, namun awalnya berbentuk sebuah sekolah rakyat yang bernama Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah.

KH Ahmad Dahlan mendirikan sekolah tersebut pada 18 November 1912 di Kauman, Yogyakarta.

Madrasah ini bertempat di rumah pribadi KH Ahmad Dahlan, yang bertempat di ruang tamu dengan fasilitas yang sederhana, yaitu dengan satu papan tulis, tiga meja, dan tiga kursi yang hanya diisi oleh sembilan santri yang menjadi muridnya.

Melansir dari laman Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan mendirikan madrasah tersebut secara mandiri, maksutnya tanpa bantuan dana dari siapapun.

Santri KH Ahmad Dahlan mulai bertambah seiring berjalannya waktu, bahkan ada beberapa murid yang berasal dari Kweek School Jetis.

Akhirnya bersama beberapa santrinya tersebut, KH Ahmad Dahlan pun berencana untuk membuat sebuah organisasi Islam untuk melanjutkan madrasah tersebut.

Setelah beberapa kali berdiskusi, KH Ahmad Dahlan bersama para santrinya pun resmi membuat sebuah organisasi Islam yang bernama Muhammadiyah.

Namun, KH Ahmad Dahlan masih harus menghadapi beberapa tantangan yang ada, salah satunya dari pemerintah Hindia-Belanda.

Organisasi Muhammadiyah mengalami beberapa tantangan seperti gerakan yang dibatasi oleh pemerintah Hindia-Belanda.

Akan tetapi, pada Kongres Budi Oetomo yang diselenggarakan di rumah KH Ahmad Dahlan pada tahun 1917, beliau menegaskan kalau Muhammadiyah harus berkembang di seluruh wilayah Nusantara, tidak hanya di Yogyakarta.

Setelah mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah colonial, KH Ahmad Dahlan bersama Muhammadiyah menjadi semakin leluasa dan bebas dalam menyebarkan agama Islam.

KH Ahmad Dahlan seringkali berceramah di beberapa tempat untuk menyebarkan Muhammadiyah, tentunya dengan tujuan menyebarkan agama Islam dan mengajak umat Islam untuk keluar dari kebodohan.

Organisasi Muhammadiyah dipimpin oleh KH Ahmad Dahlan sampai beliau wafat, yaitu pada tahun 1923.

Hingga saat ini, Muhammadiyah masih terus berkembang menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yang mana berkontribusi dengan signifikan dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.

 

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Abiel Mahasin – mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Abiel Mahasin
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.