MEMORANDUM – Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Profesional yang diselenggarakan Forum Komunikasi Pengusaha Travel Umrah dan Haji (FK Patuh) Jawa Timur resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur, Dr. Mahmudi, M.Ag., pada Sabtu (12/9/2026) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Dalam sambutannya, Mahmudi mengatakan sertifikasi pembimbing haji diperlukan untuk memastikan jemaah mendapatkan haknya memperoleh bimbingan dari pembimbing yang memiliki kompetensi dan profesionalitas.
“Jemaah haji Indonesia ini jumlahnya sangat besar dan banyak yang tua. Mereka butuh bimbingan yang baik dan benar dari para pembimbing profesional,” katanya.
Menurut Mahmudi, pembimbing yang profesional juga dituntut mampu menghadapi beragam persoalan yang muncul dalam proses bimbingan haji. Persoalan tersebut antara lain menyangkut perbedaan fikih, perbedaan pemahaman, hingga perbedaan tingkat pengetahuan jemaah.
“Pembimbing profesional akan bisa mengatasi berbagai problem bimbingan haji. Mulai perbedaan fikih, perbedaan pemahaman dan perbedaan ilmu,” ujarnya.
Karena itu, Mahmudi berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian sertifikasi dengan serius. Menurutnya, ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan akan menjadi bekal ketika peserta nantinya berhadapan langsung dengan jemaah.
“Jika peserta memahami dengan baik semua materi sertifikasi, maka akan dengan mudah membimbing jemaah dan menyelesaikan masalah dalam pembimbingan, ujarnya.
Sertifikasi pembimbing haji ini didukung oleh Officia dan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain itu juga ada peserta dari Jawa Barat, Sulawesi selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sejumlah daerah lainnya.
Sementara itu, Ketua FK Patuh Jawa Timur, A. Bajuri, mengatakan kegiatan sertifikasi tersebut merupakan penyelenggaraan yang keenam kalinya. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung dan Kementerian Haji Republik Indonesia.
“Ini merupakan sertifikasi yang keenam yang diselenggarakan FK Patuh. Pesertanya juga bukan hanya dari Jawa Timur, tetapi ada dari luar daerah,” kata Bajuri.
Menurut Bajuri, sebagian besar peserta yang mengikuti sertifikasi telah memiliki pengalaman dalam mendampingi dan membimbing jemaah. Namun, pengalaman tersebut perlu diperkuat dengan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi yang terukur.
“Pengalaman itu penting, tetapi seorang pembimbing juga harus terus meningkatkan kapasitas dirinya. Karena menghadapi jemaah haji tidak cukup hanya bermodalkan pengalaman,” ujarnya.
Ia mengatakan pembimbing haji di era sekarang menghadapi karakter jemaah yang semakin beragam serta perkembangan kebutuhan pelayanan yang semakin kompleks. Karena itu, pembimbing dituntut tidak hanya menguasai ilmu manasik dan keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, leadership, problem solving dan pelayanan.
“Pembimbing harus terus belajar. Tidak hanya kaya ilmu, tetapi juga memiliki skill, kemampuan leadership dan service excellence,” kata Bajuri.
Bajuri berharap kegiatan sertifikasi tersebut tidak berhenti pada pencapaian sertifikat, tetapi benar-benar menjadi proses peningkatan kualitas pembimbing.
“Yang kita harapkan bukan sekadar mendapatkan sertifikat, tetapi lahir pembimbing yang lebih siap, lebih profesional, adaptif terhadap perubahan, mampu berkolaborasi dan solutif ketika menghadapi persoalan jemaah,” ujarnya.
Rangkaian sertifikasi berlangsung selama 12–17 September 2026 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Peserta mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pretest, pembelajaran di kelas, diskusi, praktik, simulasi, kultum, hingga evaluasi sebagai bagian dari proses peningkatan kompetensi pembimbing haji profesional.(*)





