Terjebak di Bulan, dan Bertahan Bersama Android Kecil: Gim PRAGMATA Akhirnya Rilis Hari ini, 17 April 2026

oleh -102 Dilihat
Setelah sempat diperkenalkan lewat demo yang meninggalkan banyak pertanyaan, Capcom akhirnya resmi merilis Pragmata pada 17 April 2026.

MEMORANDUMHAJIUMRAH.COM-Setelah sempat diperkenalkan lewat demo yang meninggalkan banyak pertanyaan, Capcom akhirnya resmi merilis Pragmata pada 17 April 2026. Berbeda dengan banyak gim aksi lain yang langsung menawarkan tempo cepat, gim ini justru membuka ceritanya dengan pendekatan yang lebih tenang.

Perjalanan dimulai dari Hugh, seorang pria yang terbangun di stasiun bulan dalam kondisi yang tidak sepenuhnya ia pahami. Tidak ada penjelasan panjang tentang apa yang terjadi. Tidak ada briefing atau tujuan yang jelas. Yang ada hanya lorong-lorong dingin, sistem yang tidak stabil, dan rasa sepi yang terus mengikuti setiap langkahnya.

Di tengah kebingungan itu, Hugh bertemu dengan Diana, android kecil yang awalnya terlihat seperti sekadar karakter pendukung. Namun seiring perjalanan, hubungan keduanya mulai berkembang.

Diana bukan hanya membantu secara teknis, tetapi juga menjadi satu-satunya “teman” dalam situasi yang sepenuhnya asing. Interaksi mereka tidak selalu disampaikan lewat dialog panjang, tetapi melalui momen-momen kecil yang terasa natural.

Cerita dalam Pragmata berjalan seiring dengan eksplorasi. Setiap area yang dilewati Hugh seperti menyimpan potongan informasi. Ruangan yang terbengkalai, sistem yang error, hingga sisa aktivitas manusia memberikan gambaran tentang apa yang mungkin telah terjadi. Pemain diajak untuk menyusun cerita sendiri, bukan sekadar menerima penjelasan secara langsung.

Pendekatan seperti ini membuat pemain harus lebih aktif memahami cerita. Informasi tidak disampaikan secara langsung, melainkan tersebar dalam bentuk lingkungan, sistem yang rusak, dan situasi yang ditemui sepanjang permainan.

Ini membuat pengalaman terasa lebih imersif, meskipun bagi sebagian pemain mungkin terasa lambat di awal. Mekanik utamanya terletak pada kemampuan hacking milik Diana yang menawarkan kombinasi antara aksi dan puzzle dalam satu waktu.

Pemain tidak dapat langsung menyerang musuh, harus ada proses hacking yang biasanya muncul dalam bentuk puzzle sederhana yang harus diselesaikan secara real-time. Setelah berhasil, barulah musuh bisa diserang menggunakan senjata Hugh.

Pola ini menciptakan ritme permainan yang berbeda dibandingkan gim tembak-menembak pada umumnya. Namun, mekanik ini juga memiliki keterbatasan. Di beberapa bagian, pola hacking terasa mulai berulang, terutama ketika variasinya tidak berkembang secara signifikan. Meski begitu, konsep dasarnya tetap menarik dan memberikan identitas yang kuat pada gim ini.

Pragmata tidak menawarkan dunia terbuka (open-world), melainkan area semi-linear yang dirancang untuk mendukung atmosfer. Setiap lokasi memiliki detail yang cukup untuk memperkuat cerita, tanpa terasa berlebihan.

Fokusnya tetap pada suasana dan alur perjalanan pemain. Capcom sendiri memanfaatkan RE Engine untuk menghadirkan detail lingkungan yang tajam dan pencahayaan yang realistis, mereka berhasil membuat kesan futuristik melalui objek-objek yang ada di dalam gim.

Audio dalam gim ini juga cenderung minimalis. Mulai dari musik yang tidak selalu hadir, dan pada sebagian besar waktu, pemain akan ditemani oleh suara lingkungan seperti langkah kaki atau mesin yang beroperasi. Pendekatan seperti ini membuat Pragmata memiliki suasana yang terasa lebih sunyi dan realistis.

Pada akhirnya, semua kembali ke preferensi masing-masing pemain. Jika kamu lebih menyukai gim dengan tempo cepat dan arahan yang jelas, mungkin Pragmata terasa sedikit berbeda dari biasanya. Namun, bagi kamu yang tertarik dengan pengalaman bermain yang lebih tenang, penuh misteri, dan cerita yang dibangun secara perlahan, gim ini layak untuk dicoba.

 

Penulis: MG/Michael Maeda
Editor: Eko Yudiono


No More Posts Available.

No more pages to load.