Tradisi Menyambut Malam Nisfu Syaban di Indonesia

oleh -4042 Dilihat
foto: freepik.com

Memorandum – Nisfu Syaban, yang artinya malam pertengahan di bulan Syaban.

Malam Nisfu Syaban jatuh pada pertengahan bulan, yaitu pada tanggal 15 bulan Syaban.

Umat Muslim meyakini bahwa malam tersebut merupakan malam yang mulia, spesial, dan penuh berkah.

Hampir seluruh Umat Muslim di seluruh penjuru dunia membuat amalan-amalan khusus untuk malam Nisfu Syaban.

Mereka mempercayai bahwa pada Malam Nisfu Syaban merupakan waktu yang berharga untuk mendekatkan diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Muslim di Indonesia adalah orang-orang yang mempercayai dan menganggap Malam Nisfu Syaban sebagai malam yang istimewa.

Mereka juga membuat beberapa amalan yang dilakukan untuk menyambut malam tersebut.

Berikut adalah amalan-amalan yang dilakukan oleh Muslim di Indonesia.

  1. Mendirikan Salat sunah

Masyarakat Indonesia biasa melakukan salat sunah di Malam Nisfu Syaban.

Bahkan ada sebagian masyarakat yang menggelar salat sunah ini secara berjamaah di mushala.

Biasanya masyarakat Indonesia mendirikan salat sunah ini setelah Salat Maghrib.

Namun, ada juga sebagian orang tidak melakukan salat sunah tersebut dan menggantinya dengan salat Tahajud.

  1. Membaca Surat Yasin

Setelah mendirikan salat sunah berjamaah, dilanjutkan dengan membaca Surat Yasin bersama-sama.

Biasanya Surat Yasin akan dibaca sebanyak tiga kali, dan disertai doa yang berbeda-beda.

Yasin pertama diiringi dengan doa meminta panjang umur.

Yasin kedua diiringi dengan doa menolak malapetaka.

Yasin ketiga diiringi dengan doa memohon untuk mati dalam keadaan husnul khotimah.

  1. Berzikir dan berdoa

Selesai membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali, dilanjutkan dengan berzikir dan berdoa.

Zikirnya berisi tentang memohon ampun kepada Allah SWT sebanyak-banyaknya.

Kemudian disambung dengan membaca doa.

Doa ini berisi tentang memohon ampunan, meminta keberkahan, dan kemudahan di dunia maupun di akhirat.

 

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Abiel Mahasin – mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Abiel Mahasin
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.