Tukang Becak dan Pemulung Asal Ponorogo Wujudkan Mimpi Naik Haji

oleh -5266 Dilihat

SURABAYA,MEMORANDUM -Supartono, seorang tukang becak dan pemulung asal Ponorogo, Jawa Timur, menjadi bukti nyata bahwa tekad dan kerja keras mampu mengantarkan seseorang pada mimpinya. Meskipun terhalang keterbatasan ekonomi, Supartono berhasil mewujudkan cita-citanya untuk menunaikan ibadah haji.

Pada hari Kamis, 16 Mei 2024, Supartono bersama rombongan jamaah haji (CJH) Embarkasi Surabaya Kelompok Terbang (Kloter) 19 diberangkatkan ke Tanah Suci. Momen keberangkatan ini diwarnai haru biru.

Supartono tak kuasa menahan air matanya saat berada di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Perasaan bahagia dan haru bercampur aduk ketika mimpinya untuk melihat Ka’bah secara langsung akhirnya terwujud.

“Bingung, makanya tadi darah saya 200, biasanya 150. Saya bingung, saya ikut kata orang-orang saja. Tapi, Alhamdulillah bersyukur, hati gak karu-karuan mau naik montor mabur (pesawat),” ungkap Supartono dengan haru.

Bagi Supartono, yang sudah menekuni profesinya sebagai tukang becak dan pemulung sejak tahun 1973, ibadah haji merupakan kewajiban yang telah lama ia impikan. Meskipun penghasilannya terbilang minim, tekadnya untuk menabung dan mendaftar haji tak pernah surut.

“Tahun 1998 saya mimpi digandeng seseorang mengelilingi ka’bah. Saya lalu sowan ke kiai sepuh, dibari amanah supaya nabung meski 3.000-5.000 jangan diambil,” aku pria kelahiran 20 Mei 1963 itu dengan suara bergetar sembari meneteskan air mata.

Mimpi tersebut menjadi motivasi bagi Supartono untuk bekerja lebih keras. Setiap rupiah yang ia dapatkan dari hasil jerih payahnya ditabung untuk membeli kambing dan anak sapi, yang kemudian dijual kembali. Hasil penjualan tersebut ia gunakan untuk mendaftar haji pada tahun 2011 dan melunasi biayanya di tahun 2024 ini.

Kisah inspiratif Supartono ini menjadi bukti bahwa mimpi, sekecil apapun, dapat diraih dengan kerja keras, keteguhan hati, dan tentunya iman yang kuat.(*)

 



No More Posts Available.

No more pages to load.