Tukang Pijat 91 Tahun Asal Gresik Akhirnya Berangkat Haji

oleh -5054 Dilihat
Mbah Supinah saat didampingi oleh putra keenamnya, M. Ghufron.

MEMORANDUM – Di usianya yang senja, Supinah Rusmini (91), seorang tukang pijat bayi dan anak-anak, akhirnya dapat menunaikan ibadah haji, impiannya sejak muda.

Mbah Supinah, begitu ia akrab disapa, menjadi jemaah tertua dalam kelompok terbang (kloter) 10 yang bertolak ke tanah suci pada Minggu 4 Mei 2005 malam.

Dengan penuh syukur dan haru, Mbah Supinah didampingi oleh putra keenamnya, M. Ghufron. Ghufron mengungkapkan bahwa kondisi ibunya dalam keadaan sehat dan stabil, meski pendengarannya menurun dan memiliki riwayat darah tinggi yang perlu diwaspadai.

“Insya Allah, Ibu kondisinya sehat-sehat dan stabil. Kalau berbicara dengan beliau harus didekatkan ke telinga beliau karena pendengarannya sudah menurun. Ibu juga ada darah tinggi yang perlu kami waspadai,” ujar Ghufron.

Pendaftaran haji Mbah Supinah dilakukan pada tahun 2019 bersama dengan kakak perempuannya.

Namun, takdir berkata lain, sang kakak meninggal dunia akibat Covid-19. Mbah Supinah kemudian meminta Ghufron untuk menemaninya menggantikan sang kakak.

Keluarga pun bersyukur karena Mbah Supinah mendapat kesempatan berangkat lebih awal dari perkiraan awal di tahun 2030, melalui program prioritas lansia.

Selama lebih dari lima puluh tahun, Mbah Supinah menekuni profesi sebagai tukang pijat bayi. Dahulu, ia juga dikenal sebagai dukun bayi yang membantu proses persalinan di desanya.

Di usianya yang hampir satu abad, semangat Mbah Supinah untuk bekerja masih membara. Ia bahkan masih mampu memijat hingga lima anak dalam sehari.

“Pijat anak-anak kan tidak lama, paling sekitar 10 menit sudah selesai,” jelasnya.

Perjuangan Mbah Supinah untuk mewujudkan impian berhaji tidaklah mudah. Selama 20 tahun terakhir, ia menabung sedikit demi sedikit dari hasil memijat.

Dengan bantuan anak-anaknya, akhirnya terkumpul dana sebesar 25 juta rupiah untuk mendaftar haji.

“Sejak muda, saya sudah ingin sekali mendaftar haji. Namun, apa daya, anak-anak saya saat itu ada 9 (sembilan) orang. Masih memerlukan banyak biaya. Alhamdulillah sekarang anak-anak sudah mandiri semua, saya bisa daftar dan berangkat haji,” tutur Mbah Supinah dengan suara lirih.

Dengan keyakinan yang kuat, Mbah Supinah berpesan agar tidak pernah ragu untuk meminta kepada Allah SWT atas segala keinginan.

“Jangan takut apalagi ragu. Mintalah kepada Gusti Allah, tidak ada menghalanginya,” pesannya.

Kloter 10 yang membawa Mbah Supinah dijadwalkan terbang menuju Bandara Madinah pada Minggu malam pukul 23.00 WIB dengan nomor penerbangan SV 5271.(*)

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.