MEMORANDUM — Ramadan, bulan suci yang penuh berkah, selalu dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Selama kurang lebih 30 hari, umat Islam diwajibkan untuk menahan diri dari makan, minum, dan segala sesuatu yang membatalkan puasa, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Di bulan yang mulia ini, umat Islam berlomba-lomba meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memperbanyak amal ibadah untuk meraih pahala yang berlipat ganda.
Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan adalah umrah. Melaksanakan umrah di bulan Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri, yaitu pahalanya yang setara dengan ibadah haji.
Rasulullah SAW bersabda, “Umrah di bulan Ramadan setara dengan haji.” (HR. Bukhari & Muslim).
Hadis ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan umrah di bulan Ramadan. Namun, perlu diingat bahwa umrah di bulan Ramadan tidak menggugurkan kewajiban haji bagi yang mampu.
Keberkahan Ramadan yang Berlipat Ganda
Setiap amal ibadah yang dilakukan di bulan ramdan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Melaksanakan umrah di bulan Ramadan, di samping menjalankan ibadah puasa, akan semakin menambah keberkahan dan pahala yang kita peroleh. Kekhusyukan dalam beribadah pun akan semakin terasa saat kita berada di Tanah Suci pada bulan yang penuh berkah ini.
Suasana Buka Puasa dan Tarawih yang Penuh Kekhusyukan
Salah satu pengalaman yang tak terlupakan saat umrah di bulan Ramadan adalah suasana berbuka puasa dan salat tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Saat tiba waktu berbuka, kita akan berbuka puasa bersama dengan ribuan jamaah umrah lainnya. Biasanya, pihak pengelola masjid menyediakan takjil berupa kurma, roti, air zamzam, dan hidangan lainnya untuk berbuka bersama.
Suasana kebersamaan dan kekhusyukan saat berbuka puasa di Tanah Suci sungguh sangat istimewa.
Setelah berbuka puasa, jamaah akan melaksanakan salat tarawih yang dipimpin oleh imam-imam besar yang memiliki suara merdu dan bacaan yang khusyuk.
Salat tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memiliki keistimewaan tersendiri karena imam-imam yang memimpin salat biasanya membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan tartil dan suara yang menyentuh hati. Hal ini tentu akan menambah kekhusyukan dan kenikmatan dalam beribadah.
Keutamaan Lainnya
Selain pahala yang setara dengan haji dan suasana ibadah yang khusyuk, umrah di bulan Ramadan juga memiliki keutamaan lainnya, antara lain:
Berkesempatan mendapatkan Lailatul Qadar. Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Melaksanakan umrah di bulan Ramadan memberi kesempatan lebih besar untuk meraih keutamaan malam yang mulia ini.
Bulan Ramadan adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Berdoa di Tanah Suci, terutama di depan Ka’bah dan di Raudhah, memiliki keutamaan yang lebih besar.
Melaksanakan umrah di bulan Ramadan dengan niat yang ikhlas dapat menjadi sarana untuk menghapus dosa-dosa kita.
Tips Melaksanakan Umrah Ramadan
Mengingat padatnya jamaah dan cuaca yang cukup panas di Tanah Suci saat bulan Ramadan, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan agar ibadah umrah berjalan lancar dan khusyuk
Pastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat sebelum berangkat umrah.
Siapkan pakaian ihram, perlengkapan ibadah, obat-obatan pribadi, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan.
Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan yang bergizi agar stamina tetap terjaga selama menjalankan ibadah umrah.
Ikuti arahan dari petugas dan patuhi peraturan yang berlaku di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Perbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, dan berzikir selama berada di Tanah Suci.
Artikel ini ditulis oleh Ratih Iska Azhari, mahasiswa magang di Memorandum.








