Cegah Dehidrasi dan Heat Stroke, Tim Kesehatan Siapkan Oralit untuk Jemaah Haji

oleh -1493 Dilihat

MEMORANDUM – Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, memberikan asupan oralit kepada jemaah haji Indonesia setibanya di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Arab Saudi.

Pemberian oralit ini bertujuan untuk mencegah dehidrasi, tidak hanya bagi jemaah lanjut usia, tetapi juga seluruh jemaah haji Indonesia.

“Cuaca di Arab Saudi lebih panas dibandingkan Indonesia. Pemberian oralit ini penting untuk mencegah serangan panas dan dehidrasi pada jemaah haji,” ujar dr. Jumiati dari Tim TKHI, di sela-sela penyerahan oralit kepada jemaah kloter JKG dan BTH di Bandara AMAA Madinah pada Minggu (4/5/2025) petang waktu setempat.

“Oralit tidak hanya penting bagi jemaah lansia, tetapi juga bagi semua jemaah. Kami sebagai petugas pun dianjurkan untuk mengonsumsi oralit,” imbuh dr. Jumiati.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Jumiati didampingi oleh dr. Magda Lusiana, seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam, serta tim kesehatan Daker Bandara lainnya.

dr. Magda Lusiana menambahkan bahwa serangan panas atau heat stroke merupakan kondisi medis serius di mana tubuh tidak mampu lagi mendinginkan diri, sehingga menyebabkan peningkatan suhu inti tubuh secara drastis.

“Untuk mencegah dehidrasi dan serangan panas, jemaah disarankan untuk minum air putih sebanyak 200-250 mililiter setiap jam. Jadi, jangan khawatir jika sering buang air kecil karena cairan tubuh akan cepat menguap. Selain itu, asupan makanan yang cukup juga sangat penting bagi jemaah,” jelasnya.

Lebih lanjut, PPIH Arab Saudi juga menyarankan agar jemaah haji tidak memaksakan ibadah Arbain karena berisiko menyebabkan kelelahan menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Kami mengimbau agar jemaah tidak memaksakan ibadah Arbain hingga menyebabkan kelelahan yang berpotensi memicu serangan jantung. Jangan sampai mengejar sunah, tetapi justru tidak dapat melaksanakan ibadah wajib di Armuzna,” pungkas dr. Magda Lusiana. (gus)



No More Posts Available.

No more pages to load.