Gaungkan Semangat Indonesia Emas, Munas PERDISKI 2026 di Surabaya Soroti Peran Sentral Guru Kristen di Era Digital

oleh -28 Dilihat

MEMORANDUM – Musyawarah Nasional (Munas) Pendidik Siswa Kristen Indonesia (PERDISKI) resmi dibuka di Gereja Mawar Sharon, Surabaya, pada hari Kamis 2 Juli 2026.

Acara berskala nasional ini menjadi momentum krusial bagi ratusan guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dari berbagai penjuru tanah air untuk menyatukan visi dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, inklusif, dan siap menghadapi tantangan zaman.

​Dengan mengusung tema “Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) Bangkit dan Bersinar, Indonesia Kuat”, perhelatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur.

​Pendidikan yang Relevan, Transformatif, dan Pembawa Damai
​Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kakanwil Kemenag Jatim), Akhmad Sruji Bahtiar, yang turut hadir dalam pembukaan tersebut, memberikan apresiasi mendalam atas kiprah PERDISKI.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut para guru untuk bergerak melampaui batas-batas konvensional.

​”Pendidikan Kristen tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Pendidikan harus relevan, transformatif, dan berakar kuat pada nilai-nilai Injil,” tegas Akhmad Sruji Bahtiar.

​Ia mengingatkan bahwa kecerdasan akademik mutlak diperlukan, namun tidak akan lengkap tanpa fondasi spiritual yang kokoh.

​”Kita tidak cukup hanya menghasilkan peserta didik yang pintar secara akademik, tetapi juga harus membentuk pribadi yang takut akan Tuhan, hidup dalam kasih, menghargai keberagaman, serta siap menjadi pembawa damai di tengah masyarakat yang majemuk,” imbuhnya, seraya mengajak peserta munas melahirkan gagasan strategis demi memperluas dampak pembinaan siswa Kristen di Indonesia.

​Sentuhan Guru yang Tak Tergantikan Teknologi ​Senada dengan Kakanwil, Kadisdik Jatim Aries Agung Paewai juga menyoroti pentingnya adaptasi dan inovasi guru PAK dalam menyambut visi Indonesia Emas 2045.

Di tengah gempuran teknologi, Aries mengingatkan bahwa esensi utama seorang pendidik adalah menjadi teladan hidup bagi murid-muridnya.

​”Perhatian, kasih sayang, dan keteladanan seorang guru merupakan nilai yang tidak akan pernah dapat tergantikan oleh teknologi,” tutur Aries.

​Sebagai organisasi profesi yang relatif baru, PERDISKI menunjukkan geliat dan antusiasme yang luar biasa.

Ketua Panitia Munas PERDISKI 2026, Riovold Yulianto, melaporkan bahwa agenda besar ini berhasil menyedot perhatian sekitar 800 peserta yang datang dari 30 provinsi di Indonesia. ​Ketua Umum PERDISKI, Yusak, mengungkapkan optimismenya terhadap masa depan organisasi ini.

Ia berharap PERDISKI tidak hanya menjadi wadah berkumpul, melainkan menjelma sebagai pusat pendidikan Kristen yang tangguh.

​”Keberadaannya diharapkan menjadi wadah kebersamaan bagi guru Pendidikan Agama Kristen sekaligus pusat pendidikan Kristen yang mandiri, profesional, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai Alkitab,” jelas Yusak.

​Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat dan tokoh penting, di antaranya:

​Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Jawa Timur ​Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Timur ​Direktur Rumah Sakit Menur ​Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) ​Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Jatim, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

​Melalui Munas ini, PERDISKI siap bergerak bersama menembus batas, membawa obor pendidikan yang “Bangkit dan Bersinar” demi Indonesia yang lebih kuat.(*)

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.