Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan

oleh -2169 Dilihat
Foto: Pixabay

MEMORANDUM – Jauh sebelum era Albert Einstein, Isaac Newton, Galileo Galilei, dkk. telah lahir banyak pionir yang telah menyumbangkan penemuannya di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Para ilmuwan tersebut merupakan ilmuwan muslim yang lahir pada masa keemasan Islam atau masa di mana Islam telah mencapai puncak kemajuannya di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tidak sedikit masyarakat, khususnya para generasi muda, yang tidak mengenal para ilmuwan terdahulu yang berperan penting pada perkembangan dan kemajuan teknologi yang saat ini mereka nikmati hasilnya.

1. Ibnu Sina (Avicenna)

Ibnu Sina, dengan nama lengkap Abu Ali Al Hussain Ibnu Abdullah Ibnu Sina, lahir pada 980 M di Afsyahnah, yang sekarang merupakan wilayah Uzbekistan, dan wafat pada 1037 M di Hamada, Persia (Iran).

Dia dikenal sebagai “Bapak Kedokteran Modern” dan merupakan tokoh penting yang menyumbangkan ilmu pengetahuannya di bidang filsafat dan kedokteran di dunia.

Dia menulis sebuah ensiklopedia medis yang terkenal dengan judul “The Canon of Medicine” atau “Kitab al-Qanun fi al-Tibb” yang menjadi rujukan ilmu kedokteran selama berabad-abad.

2. Al-Khawarizmi

Memiliki nama lengkap Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi lahir pada 780-an M di Khwarezmia, yang sekarang merupakan wilayah Khiva, Uzbekistan, dan wafat pada 850-an M di Baghdad.

Al-Khawarizmi merupakan ahli astronomi dan matematika yang dikenal sebagai penemu rumus algoritma dan aljabar. Karena itulah ia disebut sebagai “Bapak Aljabar”.

Selain itu, Al-Khawarizmi juga yang menemukan entitas angka nol (0) yang memudahkan dalam penghitungan dan mengubah perspektif seseorang tentang alam semesta.

3. Ibn al-Haytham

Ibn al-Haytama memiliki nama lengkap Abu Ali al-Hasan bin a-Hasan bin al-Haitsam dan dikenal sebagai Alhazen di barat.

Dia lahir pada 965 M di Basrah, Irak dan wafat padda 1040 M. Ibn al-Haytham dikenal sebagai “Bapak Optik” dan merupakan seorang ahli di bidang matematika, fisika, dan astronomi.

Ibn al-Haytham telah mewariskan penemuannya dalam salah satu karyanya yang berjudul Kitab al-Manazir, berisi pengetahuan tentang penglihatan dan optik.

4. Abbas ibn Firnas

Ilmuwan asal Andalusia (sekarang Spanyol) ini memiliki nama lengkap Abu al-Qasim Abbas ibn Firnas ibn Wirdas al-Takurini. Ia adalah manusia pertama yang bisa terbang.

Ibnu Firnas lahir di Ronda, Spanyol pada 810 M dan wafat pada 887 di Kordoba, Spanyol.Dia adalah seorang ilmuwan jenius yang memeiliki keterampilan sebagai penemu, astronom, insinyur, dokter, penerbang, penyair dan musisi.

Abbas ibn Firnas juga dikenal sebagai “Bapak Penerbangan Dunia” karena ialah yang merancang konsep penerbangan dan menggagas bentuk dasar pesawat. Konsepnya pun telah ia buat jauh sebelum konsep dari Wright bersaudara muncul.

5. Ibnu Khaldun

Ilmuwan bernama lengkap Abd Ar Rahman bin Muhammed ibn Khaldun ini merupakan seorang sejarawan, filsul, dan negarawan yang juga dikenal sebagai “Bapak Sosiologi”.

Ia lahir pada 1332 M di Tunis, Afrika Utara dan wafat di Kairo, Mesir pada 1406 M.

Ibnu Khaldun telah menghasilkan banyak karya dan yang paling terkenal adalah “Muqaddimah”. Karyanya ini berisi tentang teori-teori sejarah dan metode peneltian.

Selain itu, ia juga dikenal sebagai tokoh yang mengusulkan konsep “siklus peradaban” atau tasyri’ al-umran dalam pemikirannya.

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Akmal Haidar – Mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Akmal Haidar
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.