Kesalahan yang Membuat Puasa Sia-Sia, Renungkan dan Hindari

oleh -1368 Dilihat
foto: freepik.com

MEMORANDUM – Apakah mungkin puasa yang kita jalani selama sebulan penuh ternyata sia-sia tanpa kita sadari?

Puasa bukanlah hanya sekedar menahan lapar dan haus, akan tetapi puasa yang sebenarnya adalah menahan, menjauhi, dan meninggalkan semua perbuatan yang tidak baik.

Puasa merupakan ibadah istimewa yang memiliki kedudukan tinggi di dalam Islam, terutama puasa wajib di bulan Ramadan.

Tentu saja puasa merupakan sebuah bentuk ketaqwaan kita sebagai hamba kepada Allah sang Pencipta, namun puasa juga berfungsi sebagai pembersih jiwa kita dan melatih diri kita dalam mengendalikan hawa nafsu.

Begitu istimewanya puasa ini, bahkan disampaikan langsung oleh Allah melalui hadis qudsi.

عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Artinya: “Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, Allah berfirman: Semua amal anak Adam untuknya sendiri, kecuali puasa. Puasa untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Akan tetapi masih ada beberapa orang yang berpuasa di bulan Ramadan ini tanpa disadari melakukan perbuatan yang bisa mengurangi pahala puasa, bahkan bisa menghilangkan pahala itu sendiri.

Berikut adalah beberapa hal atau perbuatan yang bisa mengurangi pahala berpuasa di bulan Ramadan.

Tidak ikhlas dalam berpuasa

Semua ibadah harus disertai dengan niat dan hati yang ikhlas, karena ikhlas merupakan inti dari semua ibadah.

Misalnya, ketika ada seorang Muslim yang berpuasa tetapi bukan karena niatnya sendiri, melainkan karena disuruh oleh orang tua atau hanya mengikuti tradisi.

Hal ini tentu bisa mengurangi pahala berpuasa dan membuat puasanya sia-sia, sesuai dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW.

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ

Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa baginya kecuali rasa lapar.” (HR. An Nasa’i dan Ibnu Majah).

Berkata kotor

Ucapan juga termasuk ke dalam hal-hal yang perlu kita jaga saat berpuasa, jangan sampai karena ucapan yang buruk merusak pahala puasa kita.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang tertulis di dalam suatu hadis.

الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ

Artinya: “Puasa adalah perisai, maka barangsiapa yang sedang berpuasa janganlah berkata keji dan mengumpat, jika seseorang mencela atau mengejeknya bertengkar hendaklah ia mengatakan: aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ghibah atau menggunjing

Ghibah atau membicarakan keburukan orang lain juga termasuk perbuatan yang bisa membuat puasa menjadi sia-sia.

Ghibah dapat mengikis pahala puasa dan juga merusak hubungan sosial, selain itu Allah sangat tidak menyukai orang yang ghibah.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT di dalam Al Qur’an.

وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: “Janganlah mencari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah di antara kamu ada yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12).

 

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Abiel Mahasin – mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Abiel Mahasin
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.