MEMORANDUM – Apakah ada di antara kalian yang sudah malas mengerjakan salat tarawih? Jika ada, sungguh itu termasuk ke dalam kerugian.
Seperti yang kita ketahui, salat tarawih adalah salah satu ibadah salat sunah yang menjadi ciri khas dari bulan suci Ramadan ini.
Bulan Ramadan sendiri merupakan bulan yang mulia, yakni tempatnya kita sebagai hamba untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya.
Itu dikarenakan di bulan Ramadan ini, setiap amalan yang dilakukan akan diberikan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT.
Salah satunya adalah salat tarawih, salat sunah ini memiliki keutamaan tersendiri bagi Muslim yang mengerjakannya.
Bahkan menurut kitab Durratun Nashihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakiri Al-Khubawi, salat tarawih memiliki keutamaan yang berbeda-beda di setiap malamnya.
Berikut ini adalah keutamaan yang dapat kita peroleh ketika mengerjakan salat tarawih pada malam kesebelas sampai malam kedua puluh.
Malam kesebelas:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْحَادِيَةَ عَشَرَةَ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْيَا كَيَوْمٍ وُلِدَ مِنْ بَطْنِ اُمِّهِ
Artinya: “Pada malam kesebelas, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan dimana ia baru dilahirkan dari perut ibunya”.
Malam kedua belas:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةَ عَشَرَةَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ
Artinya: “Pada malam kedua belas, pada saat hari kiamat wajahnya bersinar bagaikan bulan di malam purnama”.
Malam ketiga belas:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةَ عَشَرَةَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمْنًا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ
Artinya: “Pada malam ketiga belas, pada saat hari kiamat ia akan selamat dari segala macam keburukan”.
Malam keempat belas:
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةَ عَشَرَةَ جَاءَتِ الْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُوْنَ لَهُ اَنَّهُ قَدْ صَلَّى التَّرَاوِيْحَ فَلَا يُحَاسِبُهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya: “pada malam keempat belas, malaikat menjadi saksi bahwa ia melakukan salat tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat”.
Malam kelima belas:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةَ عَشَرَةَ تُصَلِّى عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ وَحَمَلَةُ الْعَرْشِ وَالْكُرْسِىِّ
Artinya: “Pada malam kelima belas, para malaikat, malaikat penyangga Arsy dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit akan memintakan ampunan untuknya”.
Malam keenam belas:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةَ عَشَرَةَ كَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَةَ النَّجَاةِ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةَ الدُّخُوْلِ مِنَ الْجَنَّةِ
Artinya: “Pada malam keenam belas, Allah akan mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga baginya”.
Malam ketujuh belas:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةَ عَشَرَةَ يُعْطَى مِثْلَ ثَوَابَ الْاَنْبِيَاءِ
Artinya: “Pada malam ketujuh belas, akan diberi pahala sebagaimana pahala para nabi”.
Malam kedelapan belas:
وَفىِ اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةَ عَشَرَةَ نَادَى مَلَكٌ يَاعَبْدَ اللهِ اَنَّ اللهَ رَضِىَ عَنْكَ وَعَنْ وَالِدَيْكَ
Artinya: “Pada malam kedelapan belas, malaikat berkata: Wahai hamba Allah, seesungguhnya Allah telah meridhaimu dan kedua orang tuamu”.
Malam kesembilan belas:
وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةَ عَشَرَةَ يَرْفَعُ اللهُ دَرَجَاتَهُ فِى الْفِرْدَوْسِ
Artinya: “Pada malam kesembilan belas, Allah akan mengangkat derajatnya di surga”.
Malam kedua puluh:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْعِشْرِيْنَ يُعْطَى ثَوَابَ الشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ
Artinya: “Pada malam kedua puluh, akan diberi pahala seperti pahala orang yang mati syahid dan orang-orang shalih”.
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Abiel Mahasin – mahasiswa magang di Memorandum






