Meneladani dan Mengamalkan Sifat Kasih Sayang Rasulullah SAW pada Kehidupan Sehari-hari

oleh -2021 Dilihat
foto: canva

MEMORANDUM – Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kita apa arti kasih sayang yang sebenarnya. Beliau dikenal dengan sifatnya yang rendah hati dan penuh kasih sayang.

Menunjukkan rasa cinta, kasih dan sayang tidak hanya dilakukan pada satu hari tertentu saja, namun hal itu harus dilakukan setiap saat.

Sebagai umat Rasulullah kita tentu perlu meneladani sifatnya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari – hari. Hal ini dapat menjadi bukti bahwa kita sangat mencintai Rasulullah sebagai umatnya.

Sifat Rasulullah yang patut menjadi suri tauladan bagi seluruh umatnya telah di firmankan oleh Allah SWT pada surah Al-Ahzab ayat 21 yang berbunyi:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

laqad kâna lakum fî rasûlillâhi uswatun ḫasanatul limang kâna yarjullâha wal-yaumal-âkhira wa dzakarallâha katsîrâ

Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab 33:21)

Berikut adalah beberapa sifat Rasulullah SAW yang bisa kalian amalkan pada kehidupan sehari – hari.

  1. Selalu memaafkan perbuatan orang lain

Belajarlah untuk selalu memaafkan orang lain. Sesungguhnya Allah SWT suka dengan hamba-Nya yang saling memaafkan. Hal ini telah disebutkan dalam sebuah hadis oleh imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah SWT akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR Muslim)

  1. Membalas perbuatan buruk orang lain dengan kebaikan

Jangan pernah membalas perbuatan buruk orang lain dengan keburukan. Niscaya itu tidak akan menyelesaikan masalah, namun malah akan memperburuk keadaan. Allah juga telah memperintahkan kita untuk tidak melakukan hal tersebut.

Seperti yang tercantum pada salah satu firman-Nya pada surah Fussilat ayat 34, yang berbunyi:

وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُۗ اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ

wa lâ tastawil-ḫasanatu wa las-sayyi’ah, idfa‘ billatî hiya aḫsanu fa idzalladzî bainaka wa bainahû ‘adâwatung ka’annahû waliyyun ḫamîm

Artinya: Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan) dengan perilaku yang lebih baik, sehingga orang yang ada permusuhan denganmu serta-merta menjadi seperti teman yang sangat setia.” (QS. Fussilat 41:34)

  1. Menunjukkan kasih sayang kepada sesama makhluk ciptaan Allah SWT

Menunujukkan rasa kasih dan sayang tidak hanya terbatas kepada sesama manusia, namun juga kepada semua makhluk ciptaan Allah, termasuk hewan dan alam. Rasulullah juga telah mengajarkan pada umatnya, seperti yang tercatum pada hadis shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

“Sayangilah siapa yang ada di muka bumi, niscaya kamu akan disayangi oleh siapa saja yang ada di langit” (HR. Tirmidzi)

  1. Bersikap lembut dan peduli kepada keluarga

Keluarga adalah tempat yang paling tepat dalam menebar rasa cinta dan kasih sayang. Islam selalu memerintahkan umatnya untuk selalu bersikap lembut, perhatian dan penuh kasih sayang terhadap keluarganya.

Sebagaimana Rasulullah telah mencontohkan pada sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang terbaik terhadap keluargaku” (HR. Tirmidzi)

  1. Melihat orang lain dari sisi terbaiknya

Terakhir adalah jangan melihat orang lain dari sisi buruknya saja, karena sejatinya manusia pasti memiliki sisi buruk dan baik dalam dirinya. Seperti kisah Rasulullah saat pertama kali bertemu dengan Umar bin Khattab.

Umar bin Khattab dikenal dengan sifatnya yang kejam dan awalnya merupakan musuh Rasulullah. Namun Rasulullah selalu meminta kepada Allah untuk melembutkan hati Umar. Hal ini telah dijelaskan dalam sebuah hadis shahih yang berbunyi, Rasulullah SAW bersabda:

Artinya, “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah satu dari dua pria yang lebih engkau cintai: Abu Jahal atau Umar bin Khattab.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Imam Ahmad)

Kini Umar bin Khattab dikenal sebagai sahabat yang sangat setia kepada Rasulullah SAW.

Begitulah bagaimana Rasulullah mengajarkan kita untuk berbuat baik dan memiliki sifat kasih sayang kepada sesama makhuk ciptaan Allah SWT.

Amalkan sifat kasih dan sayang kapanpun dan dimanapun, tidak terbatas hari tertentu saja. Niscaya Allah akan membalasnya dengan kebaikan yang lebih besar pula.

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Akmal Haidar – mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Akmal Haidar
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.