Ngabuburit Seru dengan Anime Slice of Life, Pilihan Terbaik untuk Menunggu Berbuka

oleh -1241 Dilihat

MEMORANDUM – Ngabuburit tidak harus di isi dengan aktivitas yang mengharuskan kita mengeluarkan uang banyak. Ada beragam aktivitas menarik yang cocok untuk mengisi waktu ngabuburit kalian. Salah satunya adalah menonton film.

Bagi kalian yang suka dengan animasi buatan jepang yang memiliki genre slice of life (SoL), lima judul anime dibawah mungkin bisa masuk daftar tontonan kalian. Simak informasi berikut.

1. Yuru Camp (Laid-Back Camp)

Anime ini mengambil tema utama camping yang menceritakan kisah tentang seorang gadis SMA bernama Rin Shima yang suka solo camping, yang kemudian nantinya ia akan bertemu dengan Nadeshiko Kagamihara, gadis ceria, yang mengajaknya untuk bergabung dengan klub berkemah di sekolah mereka.

Anime Yuru Camp menyoroti bagaimana indahnya alam serta pentingnya menikmati segala momen dalam hidup. Anime ini dikemas dengan cukup baik dengan animasi dan alur cerita yang menarik pula.

Anime ini memiliki total 3 musim utama, 1 movie, 1 episode special, serta 2 live action dan akan ada tambahan 1 musim lagi pada tahun 2025 ini.

2. Bocchi the Rock!

Bagi kalian yang suka dengan anime SoL bertemakan musik namun ada unsur komedinya, Bocchi the Rock! bisa menjadi pilihan utama.

Anime ini bercerita tentang seorang gadis remaja introvert bernama Hitori Goto yang ingin mengubah hidupnya dengan mengambil jalan bermusik. Ia bertemu dengan Nijika, seorang drummer, yang mengajaknya untuk bergabung menjadi gitaris dari band kessoku karena gitaris lamanya kabur. Pengalaman pertama mereka yang biasa saja menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Hitori yang ingin mengubah hidupnya.

Anime ini memiliki 1 musim yang telah tayang dan 1 musim lagi yang dijadwalkan akan tayang.

3. Danshi Koukousei no Nichijou (Daily Lives of High School Boys)

Anime selanjutnya ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari para cowok SMA Sanada Utara yang sangat kocak dan penuh dengan komedi.

Karakter utama dari serial ini adalah tiga serangkai bernama Tadakuni, Hidenori, dan Yoshitake dengan sifat unik dan absurdnya masing-masing. Tidak hanya mereka, para karakter sampingan juga memiliki peran penting dalam menambah keabsurdan jalan cerita.

Anime ini memiliki total 12 episode yang berdurasi 22+ menit untuk setiap episodenya yang terdiri dari beberapa cerita pendek. Tidak hanya itu, anime ini juga memiliki 6 episode spesial dengan durasi 3+ menit per episodenya.

4. Deaimon (Deaimon: Recipe for Happiness)

Anime yang memiliki total 12 episode dan memakai dialek kansai ini menceritakan tentang kisah Nagomu Irino yang kembali ke kampung halamannya di Kyoto setelah sepuluh tahun merantau untuk menjadi musisi.

Ia berniat untuk kembali dan menjadi penerus usaha ayahnya yang merupakan sebuah toko manisan keluarga (Ryokushou). Namun, ia kurang beruntung karena ayahnya sudah menunjuk Itsuka Yukihira, seorang gadis kecil berusia sepuluh tahun, sebagai penerus usaha mereka dan menunjuk Nagomu untuk menjadi ayahnya.

5. BEASTARS

Jika kalian bosan dengan anime biasa yang menampilkan manusia sebagai pemerannya, anime Beastars bisa menjadi pilihan utama kalian. Anime ini mengusung tema antromorfik atau penggambaran dunia binatang seperti dunia manusia dan sudah tayang sebanyak dua musim.

Anime ini mengkisahkan tentang kehidupan seorang siswa sekolah menengah atas Cherryton Academy bernama Legosi, seekor serigala abu-abu memiliki tubuh tinggi besar dan menyeramkan. Dibalik perawakannya yang seperti itu, Legosi sebenarnya merupakan seekor serigala yang pendiam dan pemalu serta berhati lembut.

Seria;l ini membawakan tema utama SoL dengan sedikit bumbu psikologi dan drama yang dibawakan dengan menarik dan membangkitkan rasa penasaran para penonton.

Itu tadi lima anime Slice of Life bagi kalian para pecinta animasi buatan jepang yang cocok untuk kalian tonton dan nikmati sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba.

Kalian bisa menonton anime-anime tersebut di beberapa platform gratis, salah satunya di youtube muse indonesia.

 

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Akmal Haidar – Mahasiswa magang di Memorandum

Penulis: Muhammad Akmal Haidar
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.