Panduan Praktis Jemaah Haji RI di Madinah: Tips, Larangan, dan Informasi Penting

oleh -1396 Dilihat
Foto: Kemenag

MEMORANDUM – Jemaah haji Republik Indonesia telah memulai perjalanan ibadah mereka menuju Tanah Suci dengan kedatangan pertama di Madinah sebelum melanjutkan ke Makkah. Agar aktivitas selama di Kota Nabi ini berjalan lancar dan khusyuk, terdapat sejumlah informasi dan tips penting yang perlu diperhatikan oleh setiap jemaah.

Berdasarkan Buku Manasik Haji 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), seperti dikutip pada Jumat (2/5/2025), berikut adalah rangkuman panduan yang sebaiknya dipahami oleh jemaah haji selama berada di Madinah:

Ketertiban dan Mobilitas:

  • Menjaga Ketertiban: Jemaah diimbau untuk selalu menjaga ketertiban sejak tiba di Bandara Madinah hingga proses keberangkatan ke hotel masing-masing menggunakan bus.
  • Informasi Hotel: Catat dengan baik nama atau nomor hotel, nama majmuah (penyelenggara haji Arab Saudi), serta wilayah tempat tinggal untuk menghindari kebingungan saat kembali ke penginapan.

Ibadah di Masjid Nabawi:

  • Salat Fardhu: Kemenag menyarankan jemaah untuk melaksanakan salat fardhu di Masjid Nabawi mengingat jarak hotel yang umumnya tidak terlalu jauh.
  • Larangan Memaksakan Arbain: Jemaah tidak disarankan untuk memaksakan diri melaksanakan salat arbain (salat berjemaah 40 waktu berturut-turut) di Masjid Nabawi. Perlu diingat bahwa arbain bukanlah rukun atau wajib haji, dan waktu tinggal di Madinah mungkin tidak mencukupi. Prioritaskan kesehatan dan stamina menjelang puncak haji di Makkah.
  • Imbauan bagi Jemaah Risti: Jemaah haji yang lemah, lansia, berisiko tinggi, dan sakit sebaiknya tidak memaksakan diri untuk salat arbain dan dapat melaksanakan salat berjemaah di hotel.

Ziarah:

  • Ziarah Makam Nabi: Jemaah dianjurkan untuk berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW serta berdoa di Raudhah sesuai jadwal yang telah ditentukan.
  • Hukum Ziarah: Ziarah ke makam Rasulullah SAW bukanlah rukun atau wajib haji, melainkan sunah. Tidak ada dosa bagi jemaah yang tidak sempat melakukannya.
  • Alternatif Ziarah: Jika berhalangan, jemaah tetap dapat menyampaikan salam dan membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW di hotel atau rumah sakit.

Kesehatan dan Keamanan:

  • Pelindung Diri: Gunakan alat pelindung diri seperti masker dan payung saat beraktivitas di luar ruangan, terutama mengingat suhu panas.
  • Pola Makan Teratur: Jaga kesehatan dengan makan teratur sesuai jadwal agar makanan yang dikonsumsi tetap segar.

Informasi Penting Seputar Hotel di Madinah:

  • Sebaran Hotel: Jemaah haji Indonesia akan menempati 95 hotel yang berlokasi di sekitar Masjid Nabawi dengan jarak yang relatif dekat, memungkinkan untuk berjalan kaki.
  • Check-in dan Check-out: Proses check-in dan check-out hotel di Madinah sangat ketat. Jemaah diminta untuk mematuhi batas waktu yang tertera dalam sistem e-hajj/Nusuk.
  • Fasilitas Lobi dan Lift: Lobi hotel di Madinah umumnya tidak terlalu luas dan ukuran lift cenderung lebih kecil. Atur waktu keberangkatan ke masjid atau kembali ke hotel untuk menghindari antrean panjang. Jemaah dapat memanfaatkan waktu menunggu dengan berzikir atau berdoa di Masjid Nabawi.
  • Tidak Ada Musala di Hotel: Hotel di Madinah dengan standar bintang 3 hingga 5 umumnya tidak menyediakan musala di dalam hotel.
  • Larangan Menjemur Pakaian: Tidak tersedia mesin cuci dan tempat menjemur pakaian di hotel. Jemaah dilarang menjemur pakaian di jendela kamar, memaku tembok, atau mengikat tali di sprinkle (alat pemadam api).
  • Larangan Merokok: Merokok sangat dilarang di dalam hotel dan di sekitar area Masjid Nabawi.
  • Fasilitas City Tour: Tersedia fasilitas city tour di Madinah yang akan dikoordinasikan oleh Majmuah atau syarikah.

Dengan memahami informasi dan tips ini, diharapkan jemaah haji Republik Indonesia dapat menjalankan ibadah di Madinah dengan lebih tenang, tertib, dan fokus, serta menjaga kesehatan menjelang puncak ibadah haji di Makkah. (gus)



No More Posts Available.

No more pages to load.