MEMORANDUM – Para umat Muslim pasti mengenal Muhammad Al-Fatih yang merupakan sang penakluk Konstantinopel yang sekarang dikenal sebagai Istanbul, Turki.
Muhammad Al-Fatih (Sultan Mehmed II) merupakan Sultan Ottoman Turki atau Turki Utsmani yang memimpin pada 1444-1446 dan 1451-1481.
Setelah merebut Konstantinopel dari Kekaisaran Romawi Timur pada tahun 1453 M, Muhammad Al-Fatih meninggalkan beberapa warisan peradaban Islam yang masih bertahan hingga sekarang.
Hagia Sophia
Situs ini awalnya merupakan gereja umat Kristen di bawah kepemimpinan kaisar Bizantium Justinianus I. Namun setelah penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih, Hagia Sophia berubah fungsi menjadi Masjid.
Setelah Kekhalifahan Utsmaniyah runtuh pada 1924, Hagia Sophia pernah beralih fungsi menjadi museum di bawah kepemimpinan Mustafa Kemal Ataturk.
Meski begitu, Hagia Sophia beralih fungsi kembali sebagai masjid di bawah kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan pada 2020 silam.
Masjid Fatih
Selain Hagia Sophia, Muhammad Al-Fatih juga membangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Fatih.
Masjid Fatih dibangun sekitar tahun 1463-1470 (sepuluh tahun setelah penaklukan Konstantinopel).
Masjid ini dibangun kembali pada masa kepemimpinan Sultan Hamid I pada 1771, setelah rusak parah akibat gempa pada 1766.
Selain itu, jasad Muhammad Al-Fatih juga dikebumikan di sini.
Rumeli Hisari
Rumeli Hisari merupakan sebuah benteng sekaligus saksi bisu kejeniusan dan perjuangan Muhammad Al-Fatih dalam menaklukkan Konstantinopel.
Benteng Hisari dibangun setahun sebelum Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel oleh Sultan Bayezid I.
Bukti kejayaan Islam ini berada di Selat Bhosporus, Istanbul, Turki dan masih bertahan hingga sekarang.
Istana Topkapi (Topkapi Sarayi)
Situs ini dibangun sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman) pada tahun 1460-1478 atas perintah Sultan Muhammad Al-Fatih.
Istana Topkapi berdiri di atas tanah seluas 700.000 meter persegi di Istanbul, Turki.
Istana Topkapi beralih fungsi menjadi museum setelah runtuhnya Kesultanan Utsmaniyah pada 1924 dan dinobatkan sebagai museum pertama di Turki.
Reruntuhan Benteng Konstantinopel
Konstantinopel dulunya di kelilingi oleh benteng yang sangat kuat, kokoh dan dikenal sangat susah untuk ditaklukkan.
Benteng Konstantinopel ini memiliki panjang hingga 5,5 kilometer, tinggi 12 meter, dan ketebalan 5 meter, dengan 3 lapis dinding.
Meski begitu dengan kejeniusan Muhammad Al-Fatih, beliau dan para pasukannya berhasil menerobos masuk dan menaklukkan Konstantinopel.
Namun sayangnya benteng ini tidak dirawat dengan baik, sehingga hanya menyisakan reruntuhan dan tugu kecil yang menandakan bahwa Benteng Konstantinopel pernah berdiri di sini.
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Akmal Haidar – Mahasiswa magang di Memorandum






