BOYOLALI,MEMORANDUM – Rencana indah Runiti Tasmu Kaliyan (63) untuk menunaikan ibadah haji bersama sang suami, Daryono, harus terhalang oleh takdir. Daryono menghembuskan nafas terakhirnya di Embarkasi Solo pada 19 Mei 2024, tepat sebelum keberangkatan mereka ke Tanah Suci.
Di tengah duka mendalam, Runiti memantapkan hatinya untuk tetap berangkat haji. Dengan penuh tegar dan semangat, ia mengikuti prosesi pemberangkatan haji pada Senin 20 Mei 2024.
“Doakan saya tabah dan kuat ya, Mbak,” pinta Runiti kepada salah seorang petugas, sebelum ia melangkah menuju bus yang akan mengantarkannya ke Bandara Adi Soemarmo.
Meskipun hatinya masih diliputi kesedihan, Runiti tidak ingin menyerah pada impiannya untuk menunaikan ibadah haji bersama Daryono, meskipun kini hanya dalam doa.
“Ini suami saya yang menyiapkan uang saku,” ungkap Runiti sambil menunjukkan amplop berisi uang.
Tekad kuat Runiti ini pun mendapat dukungan penuh dari keluarga, para jemaah haji lainnya, dan juga petugas haji. Ketua Kloter SOC-32, Khabibur Rokhman, memastikan bahwa Runiti akan mendapatkan pendampingan dan dukungan selama di Tanah Suci.
“Kami, Karu, dan Karom, serta semua jemaah kloter SOC-32 akan selalu berupaya untuk memberikan pendampingan, semangat dan membesarkan hati Ibu Runiti. Agar beliau bisa bisa melaksanakan ibadah haji dan umrah dengan sebaik-baiknya,” kata Khabib.
Kisah inspiratif Runiti ini menjadi pengingat bahwa semangat dan keteguhan hati dapat membantu kita melewati masa-masa sulit dan meraih mimpi, bahkan di tengah duka.
Semoga almarhum Daryono husnul khotimah dan semoga Ibu Runiti mendapatkan kemudahan dan keberkahan dalam menunaikan ibadah haji.(*)







