The Unfixed Center’ Artotel Ts Suites Surabaya Tantang Arus Utama Seni Lewat 40 Karya Lintas Daerah

oleh -1318 Dilihat
Pameran "MADYA" menampilkan keberanian gagasan melalui 40 karya dari 15 seniman yang berasal dari berbagai kota di luar poros seni konvensional.

MEMORANDUM – ARTOTEL TS Suites Surabaya kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang dialog seni kontemporer. Melalui kolaborasi dengan Indonesia Contemporary Art New Wave (ICANW), hotel tersebut resmi membuka pameran bertajuk “MADYA – The Unfixed Center” pada Jumat, 17 Oktober 2025. Pameran ini akan berlangsung hingga 17 Januari 2026 di ARTSPACE, lantai UG ARTOTEL TS Suites Surabaya.

Pameran “MADYA” menampilkan keberanian gagasan melalui 40 karya dari 15 seniman yang berasal dari berbagai kota di luar poros seni konvensional, termasuk Surabaya, Lamongan, Blitar, Pasuruan, Yogyakarta, Sidoarjo, Jombang, Madiun, dan Gresik.

Keragaman medium mulai dari lukisan, keramik, kolase, hingga material eksperimental seperti ekstrak tumbuhan menjadi penanda eksplorasi visual yang kaya akan identitas lokal dan pencarian makna dalam seni kontemporer Indonesia.

Mengusung konsep sentral “The Unfixed Center”, pameran ini hadir sebagai ajakan untuk menafsirkan ulang gagasan “pusat” dalam peta seni Indonesia.

Kurator, Dwiki Nugroho Mukti, menjelaskan bahwa MADYA berupaya mengatasi kecenderungan seni yang sering terperangkap dalam poros-poros besar.

“Kami ingin menghadirkan ruang di mana gagasan dan praktik dari berbagai daerah bisa saling menegosiasikan posisi tanpa hierarki. Bahwa ‘tengah’ bukan lagi titik tetap, melainkan ruang cair yang memungkinkan dialog antar wilayah, generasi, dan praktik artistik yang berbeda. Dalam MADYA, pinggiran dapat menjadi pusat, dan setiap pusat selalu siap bergeser,” jelas Dwiki.

Teddy Patrick, S.E., M.Par., CHA, General Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya, menyampaikan apresiasinya terhadap pameran ini.

“ARTSPACE senantiasa menjadi wadah untuk menampilkan keberagaman ekspresi dan gagasan. Melalui MADYA – The Unfixed Center, kami ingin mendukung perkembangan seni kontemporer lintas generasi yang berani menantang batas dan menciptakan perspektif baru tentang pusat dan pinggiran di Indonesia,” teranganya.

Lebih dari sekadar etalase karya, “MADYA – The Unfixed Center” adalah perayaan atas keragaman narasi yang tumbuh dari latar lokal.

Setiap karya yang dipamerkan merekam dinamika pengalaman para seniman terhadap identitas, ingatan, serta perubahan sosial yang mereka rasakan di wilayah masing-masing, menjadikannya refleksi penting atas kondisi seni rupa Indonesia yang terus bergerak.(*)

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.