Tips Jitu Mengontrol Emosi Saat Puasa

oleh -2986 Dilihat
Foto: Andre Hunter - Unsplash

MEMORANDUM – Berpuasa memang merupakan tantangan tersendiri, tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus, namun juga berusaha bersabar dan mengontrol emosi.

Salah satu emosi yang sering kali tidak bisa kita kontrol adalah amarah.

Seseorang mungkin akan merasa kesal atau jengkel ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan keinginannya, contohnya aktivitas sehari-hari.

Saat puasa, mengontrol amarah sangatlah penting supaya kita tidak kehilangan keutamaan puasa.

Selain itu, dalam salah satu hadis sahih telah dijelaskan keutamaan untuk mengendalikan diri. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Seseorang disebut sebagai kuat perkasa bukan karena duel. Orang yang kuat dan perkasa ialah orang yang mampu mengendalikan diri ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kontrol Emosi Dengan Cara Berikut

1. Diam dan Ubah Posisi Tubuh

Jika amarah dalam diri kita sangat meluap-luap hingga kita tidak bisa mengendalikan, Rasulullah menyarankan kita untuk berusaha diam.

Jika dalam keadaan berdiri amarah masih belum hilang, cobalah untuk duduk, dan jika masih belum hilang juga maka berbaringlah.

Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad

“Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad,)

Dan dari Abu Dzarr RA, Rasululah SAW bersabda :

“Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud)

2. Berwudhu

Berwudhu adalah cara yang ampuh dan efektif untuk meredakan amarah.

Dengan membasahi wajah dan bagian-bagian tubuh dengan air wudhu akan tercipta rasa segar pada diri kita yang membuat kita terasa lebih tenang.

Diriwayatkan oleh Athiyyah as-Sa’di RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya amarah itu datangnya dari setan dan setan diciptakan dari api, sementara api akan mati dengan air. Maka jika salah seorang dari kalian marah, hendaklah berwudhu” (HR. Abu Dawud)

3. Berdzikir

Jika dengan berwudhu masih tidak cukup untuk meredakan amarah sepenuhnya, cobalah dengan berdzikirlah.

Berdizkir akan membuat hati kita menjadi lebih tenang, lembut, dan tenteram dalam menghadapi masalah serta membuat kita semakin ingat akan kuasa Allah SWT.

Sebagai umat Islam, untuk mendapat ketenangan hati, penting bagi kita untuk selalu mengingat Allah.

Disampaikan pada salah satu firman Allah SWT keutamaan berdzikir, yaitu pada surah Ar-Ra’du ayat 28:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ

Artinya: “(Yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati akan menjadi tenteram”  (QS. Ar-Ra’du [13]:28)

4. Berdoa

Meminta kepada Allah supaya Ia melembutkan hati kita juga merupakan cara yang ampuh untuk meredakan amarah sekaligus sebagai pengingat atas kekuasaan-Nya.

Dengan berdoa, hati kita akan menjadi lebih tenang dan damai karena dengan itu kita menjadi tahu bahwa segala sesuatu pasti ada hikmah dibaliknya.

5. Membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an, kitab suci umat Islam yang memiliki beberapa nama, disebut juga sebagai Asy Syifa yang berarti obat penyembuh.

Dengan membaca Al-Qur’an, emosi yang meluap akan mereda dan hati akan terasa lebih sejuk dan tenang, karena emosi adalah sebuah penyakit hati.

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Akmal Haidar – Mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Akmal Haidar
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.