Tradisi Unik di Bulan Ramadan dari Berbagai Penjuru Dunia

oleh -3382 Dilihat
Foto : Ahmed Aqtai - Pexels

MEMORANDUM – Sudahkah kalian bersiap menyambut Ramadan yang akan datang beberapa hari lagi?

Ramadan di tahun 2025 ini diperkirakan akan dimulai pada awal Maret, namun tetap menunggu hasil sidang isbat dan rukyatul hilal.

Seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia akan merayakan bulan suci sesuai dengan tradisi dan budaya di negara mereka.

Berikut adalah beberapa tradisi menarik di bulan Ramadan yang dilakukan oleh setiap negara:

  1. Kurma Kurnia Sultan (Brunei Darussalam)

Awal bulan suci Ramadan di Brunei Darussalam akan ditandai dengan 12 dentuman meriam. Selain itu Brunei juga melangsungkan tradisi bagi-bagi kurma oleh Sultan Brunei.

Sultan Brunei memesan kurma dari Arab Saudi tiap tahunnya untuk dibagikan sebagai hidangan berbuka puasa. Kurma yang dibagikan telah dikemas ke dalam kotak yang beratnya isinya 1kg kurma serta diberi label “Kurma Kurnia Sultan”.

Hal ini dilakukan oleh keluarga kerajaan dipercaya agar tali silaturahmi dengan rakyatnya makin terjalin dan terjaga.

  1. Graish (Kuwait)

Graish merupakan perayaan menyambut bulan Ramadan dengan melakukan makan bersama kerabat atau keluarga sebagai bentuk persiapan spiritual dan menjalin kebersamaan.

  1. Barkat Kisasi (Azerbaijan)

Di Azerbaijan terdapat tradisi unik untuk menyambut bulan Ramadan, tepatnya pada Jumat terakhir bulan Ramadan. Para perempuan di sana akan menjahit sebuah kantong khusus yang disebut Barkat Kisasi yang memiliki arti “Kantong Berkat”.

Kantong ini nantinya diisi dengan uang kemudian disimpan dan berharap akan mendapat keberkahan hingga Ramadan tahun berikutnya.

  1. Malam Bulan (India, Pakistan, Bangladesh)

Pada malam terakhir bulan Ramadan para masyarakat India, Pakistan, dan Bangladesh akan melakukan perayaan meriah yang disebut Malam Bulan  (Chaand).

Perayaan ini biasanya dilakukan dengan cara bertukar makanan manis atau berbelanja perhiasan.

  1. Mheibes (Irak)

Mheibes adalah sebuah permainan tradisional yang biasanya dilakukan setelah berbuka puasa. Permainan ini merupakan permainan yang cukup besar dimana biasanya dimainkan oleh 2 kelompok yang masing-masing beranggotakan 40 hingga 250 orang.

Cara bermainnya adalah, setiap pemain akan bergantian menyembunyikan Mheibes yang merupakan sebuah cincin. Permainan ini mengandalkan strategi dan kecerdikan.

Pemimpin tim menyembunyikan cincin di tangannya lalu diam-diam memberikannya kepada salah satu pemain. Lawan harus mengamati gerakan tubuh peserta untuk menebak siapa yang memegang cincin tersebut.

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Akmal Haidar – Mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Akmal Haidar
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.