Gelar Haji Umrah Expo 2026, Memorandum dan FK Patuh Edukasi Jemaah Hindari Travel Nakal

oleh -9 Dilihat

Memorandum – Masyarakat yang hendak menunaikan ibadah umrah diminta tidak mudah tergiur dengan tawaran paket murah. Calon jemaah juga diingatkan memastikan biro perjalanan yang dipilih memiliki izin resmi sebelum melakukan pendaftaran dan pembayaran.

Ketua Forum Komunikasi Pengusaha Travel Haji Umrah (FK Patuh) Jawa Timur, Ahmad Bajuri, mengatakan persoalan travel bermasalah masih menjadi perhatian serius. Bahkan, sejumlah kasus menyebabkan ratusan hingga ribuan calon jemaah gagal berangkat ke Tanah Suci.

Hal itu disampaikan Bajuri saat membuka Haji Umrah Expo 2026 di Surabaya Plaza, pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa harga murah bukan satu-satunya pertimbangan dalam memilih travel umrah. Justru, harga yang terlalu rendah patut dicermati karena berpotensi tidak sesuai dengan biaya riil perjalanan.

“Yang pertama karena harganya murah. Kalau harganya terlalu murah, berhati-hatilah,” ujar Bajuri.

Ia mencontohkan kasus yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur. Di Jombang, kata dia, terdapat lebih dari 200 orang yang gagal berangkat. Bahkan, sekitar 40 jemaah yang sempat diberangkatkan disebut mengalami persoalan kepulangan dari Arab Saudi dan harus mengurus tiket sendiri.

Kasus serupa, lanjut Bajuri juga pernah terjadi di Lamongan dengan jumlah korban mencapai lebih dari 1.000 jemaah. Sementara di Malang, sekitar 700 jemaah disebut gagal berangkat umrah karena persoalan pada travel yang mereka gunakan.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menyelamatkan masyarakat dari penipuan ibadah haji dan umrah,” tegasnya.

Bajuri menyebut sedikitnya ada dua hal utama yang harus diperhatikan calon jemaah. Pertama, kewajaran harga paket yang ditawarkan. Kedua, legalitas biro perjalanan.

Menurut dia, masyarakat terkadang langsung percaya karena travel tersebut dibawa oleh tokoh masyarakat, pejabat, ustaz, atau orang yang dikenal. Padahal, keberadaan sosok yang mengajak belum tentu menjamin legalitas penyelenggara perjalanan.

“Jangan hanya karena ada tokoh masyarakat atau ustaz yang mengajak kemudian langsung ikut. Travelnya harus dicek berizin atau tidak,” ucapnya.

Selain legalitas, calon jemaah juga diminta memastikan detail perjalanan, mulai dari jadwal keberangkatan, maskapai, hotel hingga fasilitas yang dijanjikan.

Bajuri mengatakan masyarakat kini dapat melakukan pengecekan melalui aplikasi Satu Haji yang disediakan Kementerian Haji dan Umrah. Melalui aplikasi tersebut, calon jemaah dapat melihat informasi penyelenggara umrah dan haji khusus, termasuk identitas perusahaan dan data pendukung lainnya.

“Di Satu Haji ada menu penyelenggara umrah dan haji khusus. Dari situ bisa dilihat nama travel, kantor, cabang, pimpinan hingga nomor teleponnya,” jelasnya.

Haji Umrah Expo 2026 sendiri digelar sebagai ruang edukasi sekaligus mempertemukan masyarakat dengan travel haji dan umrah yang mengikuti pameran.

Bajuri menambahkan, FK Patuh Jatim bersama Harian Memorandum berkomitmen melanjutkan edukasi kepada masyarakat agar semakin banyak calon jemaah yang memahami cara memilih travel secara aman.

Ke depan, pameran tersebut juga direncanakan berkembang menjadi ajang yang mempertemukan pelaku usaha haji dan umrah dengan berbagai sektor pendukung dalam ekosistem haji.

“Tujuan pertama pameran ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat dan mempertemukan pembeli dengan penjual. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi korban,” tandasnya.

Memorandum Haji Umrah Expo 2026 berlangsung mulai Rabu, 7 Oktober hingga Minggu, 11 Oktober 2026. Sejumlah biro perjalanan turut ambil bagian, di antaranya Saudaraku Tour & Travel, Mahyaa Tour & Travel, Bakkah Travel, Raudhah Global Wisata, An Nahl Tour & Travel, dan Ziarah Hati Indonesia. (*)