MEMORANDUM — Suasana berbeda dan penuh keceriaan mewarnai halaman depan kantor Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti, Gresik, Senin 28 September 2026.
Sebanyak 112 siswa kelas 1 mengikuti Sumatif Tengah Semester (STS) 1 hari pertama dengan cara yang tak biasa dan jauh dari kesan menegangkan.
Ujian yang umumnya identik dengan mengerjakan soal di atas kertas tersebut dikemas secara meriah melalui Festival Kreatif Gerak dan Lagu Dolanan.
Mengusung tema “Bergerak Gembira, Lestarikan Budaya, Aktif Anaknya Kreatif Sekolahnya”, kegiatan ini merupakan inovasi asesmen sumatif berbasis proyek.
Melalui pendekatan ini, capaian belajar siswa tidak hanya diukur dari kemampuan kognitif, tetapi juga mencakup perkembangan motorik, seni, bahasa, hingga pembentukan karakter.
Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti, Ma’rifah Ramadhona, S.Pd., menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk menciptakan proses penilaian yang ramah anak, khususnya bagi siswa yang baru beradaptasi di jenjang sekolah dasar.
”Kami ingin STS tidak menjadi momok yang menegangkan atau menakutkan. Melalui gerak dan lagu dolanan seperti Cublak-Cublak Suweng, Sluku-Sluku Bathok, Padhang Bulan, dan Gundul-Gundul Pacul, kami menilai capaian belajar siswa secara holistik. Anak-anak tetap belajar, tetapi sambil bermain dan melestarikan budaya,” tutur Ma’rifah.

Suasana festival berlangsung sangat semarak. Sebanyak 112 siswa terbagi ke dalam 16 kelompok (empat kelompok dari tiap-tiap rombongan belajar).
Mereka tampil secara bergiliran membawakan gerak dan lagu dolanan dengan balutan kostum kreatif warna-warni hasil kreasi kolaboratif antara anak dan orang tua.
Dewan juri yang terdiri dari guru kelas 1, guru PJOK, dan guru Seni menilai penampilan para peserta berdasarkan kekompakan, kreativitas gerak, kelancaran lirik, serta ekspresi.
Koordinator Guru Kelas 1 sekaligus Wali Kelas 1 Butterfly, Ajeng Kurniasari, S.Pd., menerangkan bahwa penilaian STS ini mengintegrasikan lintas mata pelajaran secara komprehensif.
Aspek Bahasa Indonesia dinilai dari kelancaran melafalkan lirik, PJOK dari ketepatan gerak dan kelincahan, Seni Budaya dari ekspresi dan kesesuaian irama, Bahasa Jawa dari artikulasi lirik serta pengenalan asal daerah lagu dolanan, dan PPKn dari sikap kerja sama serta sportivitas selama tampil.
”Alhamdulillah semua anak sangat antusias. Target kami, anak-anak kelas 1 memiliki memori indah dan menyenangkan tentang sekolah. Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa ujian bukanlah tekanan yang menegangkan, melainkan pengalaman belajar yang menyenangkan,” jelas Ajeng.
Inovasi pembelajaran ini juga mendapat dukungan penuh dari para wali murid. Luvita Sari, ibunda dari Brylea Devi Nurfantiyas (siswa kelas 1 Dolphin), mengaku sangat mengapresiasi konsep ujian berbasis proyek ini.
”Selain meningkatkan kepercayaan diri, kekompakan, dan rasa tanggung jawab, anak saya jadi lebih semangat belajar. Di rumah dia terus berlatih menyanyi dan memperagakan gerakan. STS jadi sama sekali tidak membuat anak stres,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan apresiasi tepuk tangan meriah untuk seluruh peserta dan sesi foto bersama.
Melalui Festival Kreatif Gerak dan Lagu Dolanan ini, SD Muhammadiyah 1 Menganti berharap minat belajar, rasa kebersamaan, serta rasa cinta terhadap budaya tradisional dapat tumbuh dan mengakar kuat sejak usia dini.(*)





