MEMORANDUM – Umar bin Khattab adalah khalifah ke 2 setelah Abu Bakar. Beliau merupakan sosok pemimpin yang bijaksana, adil, dan memperhatikan rakyat-rakyatnya.
Umar memiliki peran penting di dalam agama Islam, dalam masa jabatannya beliau memperluas agama Islam dan membangun sistem pemerintahan yang adil.
Namun, sahabat yang terkenal begitu mencintai Rasulullah SAW dulunya adalah orang yang sangat membenci Rasul dan agamanya.
Berikut adalah perjalanan Umar bin Khattab masuk Islam.
Masa sebelum masuk Islam
Umar bin Khattab dari masa mudanya dikenal sebagai orang yang memiliki watak keras, badannya tinggi besar, dan merupakan petarung yang tangguh.
Umar menjadi andalan orang kafir Quraisy jika mereka punya konflik dengan suku arab lain karena keberanian dan kekuatannya.
Umar merupakan tipikal orang yang jika sudah memegang suatu prinsip, maka akan dipegang prinsip itu sampai dia mati, tak peduli benar atau salah.
Sama seperti Hamzah bin Abdul Muthalib, Umar sangat gemar berburu.
Maka tidak heran semua orang takut dengan Umar.
Begitu Umar mendengar ada agama baru yang disebarkan oleh Nabi SAW di Mekah, dia merupakan salah satu dari banyaknya orang yang benci.
Umar tidak suka dengan agama Islam karena menganggap agama baru yang akan merusak agama nenek moyang mereka di Mekah, yaitu menyembah berhala.
Maka Umar pada saat itu akan membunuh siapapun yang mengakui masuk Islam, bahkan ingin membunuh Nabi SAW.
Maka tidak heran jika umat Muslim pada saat itu sembunyi-sembunyi.
Sampai-sampai Nabi SAW berdoa kepada Allah:
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ بِأَحَبِّ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ إِلَيْكَ بِأَبِى جَهْلٍ أَوْ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ . قَالَ وَكَانَ أَحَبَّهُمَا إِلَيْهِ عُمَرُ
Artinya: “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang yang lebih Engkau cintai dari kedua laki-laki ini, Abu Jahal atau Umar bin Khattab”.
Umar bin Khattab masuk Islam
Umar bin Khattab memiliki cerita masuk Islam tersendiri, Allah membuka hatinya dengan cara yang luar biasa.
Pada saat itu Umar yang sudah sangat muak dengan agama baru tersebut, dia membawa sebilah pedangnya dan menuju rumah Nabi SAW dengan tujuan membunuhnya.
Namun di perjalanan Umar bertemu dengan salah seorang sahabat yang bernama Nu’aim bin Abdullah, dia mengatakan bahwa adiknya Umar sendiri yang bernama Fatimah telah masuk Islam.
Mengetahui hal itu, Umar menjadi sangat marah dan ingin membunuh adiknya sendiri.
Sesampainya di sana, Umar mendapati kalau Fatimah dan suaminya sedang belajar membaca Al Qur’an.
Umar marah sampai memukul adiknya sendiri dan menyuruh Fatimah untuk meninggalkan agama Islam, tetapi adiknya tidak mau.
Fatimah menolak permintaan kakaknya tersebut meski dia takut dengannya, dan Fatimah rela mati demi agama Islam.
Melihat hal itu Umar tersentuh hatinya, mengapa adiknya sampai segitunya demi agama Islam, apa sebenarnya agama Islam ini.
Umar pun melihat Al Qur’an yang sedang dibaca oleh adiknya dan membacanya.
Begitu membacanya Umar langsung tersentuh hatinya, beliau langsung mengatakan kalau ini adalah ajaran yang benar.
Umar pergi ke tempat Nabi SAW dan mengakui kalau dirinya masuk agama Islam.
Terkabul sudah doa Nabi SAW dan Umar bin Khattab akhirnya benar-benar masuk Islam.
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Abiel Mahasin – mahasiwa magang di Memorandum






