Pemulung Mojokerto Berangkat Haji Setelah 13 Tahun Menabung

oleh -1943 Dilihat

MOJOKERTO,MEMORANDUM-Khumaidi Katijan (49 tahun), seorang pemulung dari Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, bersama istrinya, Siti Fatimah (45 tahun), akhirnya mewujudkan impian mereka untuk menunaikan ibadah haji setelah 13 tahun menabung. Pasangan ini tergabung dalam Kloter 65 yang diberangkatkan ke Tanah Suci pada Rabu 29 Mei 2024.

Perjalanan Khumaidi dan Siti untuk menabung biaya haji tidaklah mudah. Keduanya hanya mengandalkan penghasilan dari memulung barang bekas di TPA Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo.

“Dari memulung, saya bisa memperoleh uang penghasilan seratus ribu atau kalau sedang sepi ya kurang dari seratus ribu perhari,” ungkap Khumaidi.

Meskipun penghasilannya terbatas, Khumaidi tetap gigih menabung. Dia menyisihkan 25 ribu untuk keperluan sehari-hari dan sisanya ditabung untuk biaya haji.

“Awalnya saya sempat pesimis karena merasa hanya seorang pemulung. Biaya haji kan mahal apalagi kalau berdua,” kata Khumaidi.

Tekad Khumaidi semakin kuat ketika sang istri mengungkapkan keinginannya untuk berhaji.

“Pada tahun 2011 itu kebetulan tabungan kami sudah terkumpul 10 juta. Awalnya ingin saya belikan tanah kecil-kecilan tetapi saya ingat kalau istri ingin berangkat haji. Dibantu dana talangan, akhirnya saya bisa mendaftar haji,” terang Khumaidi.

Setelah mendaftar haji, Khumaidi dan Siti semakin giat menabung. Mereka bahkan sempat membuka usaha membuat batu merah untuk menambah penghasilan.

Usaha dan pengorbanan Khumaidi dan Siti selama ini akhirnya terbayarkan. Mereka dapat merasakan kebahagiaan dan rasa syukur yang mendalam saat menginjakkan kaki di Tanah Suci.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur tahun ini dipanggil untuk berhaji ke Baitullah,” tutur Khumaidi.

Di Tanah Suci, Khumaidi dan Siti berdoa untuk anak-anak dan saudara-saudara mereka agar bisa menyusul mereka ke Tanah Suci. Mereka juga berharap Allah SWT memberikan kehidupan yang barokah kepada mereka dan keluarga.

Kisah Khumaidi dan Siti merupakan inspirasi bagi banyak orang. Mereka menunjukkan bahwa dengan tekad dan kerja keras, mimpi untuk menunaikan ibadah haji dapat diraih, meskipun berasal dari keluarga yang sederhana.(*)

 



No More Posts Available.

No more pages to load.