MEMORANDUM — Memperingati Hari Batik Nasional, favehotel Sidoarjo berkolaborasi dengan Batik Namiroh salah satu unit pengrajin dari Kampung Batik Jetis Sidoarjo milik Reynaldi menghadirkan pengalaman edukatif dan interaktif bagi para tamu hotel pada Sabtu 3 Oktober 2026.
Bertempat di area lobby, para pengunjung diajak melihat secara langsung proses pembuatannya sekaligus mencoba teknik mencanting batik khas Sidoarjo.
Aktivitas ini menjadi bagian dari komitmen favehotel Sidoarjo untuk menghadirkan pengalaman yang mempertemukan para tamu dengan warisan budaya Indonesia secara lebih dekat.
Selain mempraktikkan seni mencanting dengan pendampingan langsung dari pengrajin, area lobby hotel juga menyajikan pameran busana dan kain karya Batik Namiroh.
Pengunjung dapat melihat dan membeli beragam lembaran kain batik yang dibanderol mulai dari harga Rp250.000 hingga jutaan rupiah per lembar, disesuaikan dengan jenis bahan, kerumitan motif, proses pembuatan, dan kualitas kain.
General Manager favehotel Sidoarjo, Eka Dewi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman berkesan yang lebih dari sekadar selebrasi seremonial.

“Kami ingin memperingati Hari Batik Nasional dengan cara yang memberikan pengalaman langsung kepada tamu. Melalui kolaborasi dengan Batik Namiroh, para tamu bisa melihat dan mencoba sendiri proses membatik serta mengenal lebih dekat karya pengrajin dari Kampung Batik Jetis. Bagi kami, memperkenalkan batik juga berarti ikut menjaga cerita dan proses yang ada di balik setiap kain,” ujar Eka Dewi.
Sementara itu, pemilik Batik Namiroh, Reynaldi, menekankan pentingnya ruang edukasi semacam ini demi menjaga keberlanjutan tradisi membatik di tengah masyarakat modern.
“Batik bukan hanya soal kain dan motif, tetapi ada proses, ketelitian, dan cerita yang dibuat di setiap lembarannya. Ketika masyarakat bisa mencoba membatik secara langsung, mereka dapat lebih memahami bagaimana sebuah kain batik dibuat dan menghargai proses para pengrajinnya. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membuat batik semakin dikenal, terutama oleh generasi muda,” jelas Reynaldi.
Inisiatif favehotel Sidoarjo dan Batik Namiroh ini membuka kesempatan bagi para tamu hotel untuk mengapresiasi karya pengrajin lokal tanpa harus datang langsung ke sentra industri batik.
Melalui momentum Hari Batik Nasional ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menghargai proses kreativitas para pengrajin serta kebiasaan mengenakan batik dalam kehidupan sehari-hari dapat terus terjaga dari generasi ke generasi.(*)





